Perubahan Sosial dan Kebudayaan

LAPORAN KEGIATAN FIELDTRIP 

PERUBAHAN SOSIAL DAN KEBUDAYAAN

OBYEK KUNJUNGAN :

DESA MERJOSARI, KEC. LOWOKWARU, KAB. MALANG

OLEH : KELOMPOK 2

1. MOH. FIRSTSYAH SOFYAN           (0810480058)

2. RIZKI RAMADHANI                          (0810480085)

3. SEPTI WULAN SARI                          (0810480093)

4. SISKA SEPTI WULANSARI              (0810480096)

  PROGRAM STUDI : AGROEKOTEKNOLOGI

WAKTU KUNJUNGAN :

1O MEI 2009

LABORATORIUM PENGEMBANGAN MASYARAKAT PEDESAAN

JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MALANG

2009


BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Setiap masyarakat selama hidup pasti mengalami perubahan yang dapat berupa perubahan yang tidak menarik dalam arti kurang mencolok. Ada pula perubahan-perubahan yang pengaruhnya terbatas maupun yang luas, serta ada pula perubahan-perubahan yang lambat sekali, tetapi ada juga yang berjalan dengan cepat.

Perubahan-perubahan masyarakat dapat mengenai nilai-nilai sosial, norma-norma sosial, pola-pola perilaku organisasi, susunan lembaga kemasyarakatan, lapisan-lapisan dalam masyarakat, kekuasaan dan wewenang, interaksi sosial dan lain sebagainya.

Dengan mengetahui perubahan-perubahan suatu masyarakat tertentu maka dapat diklasifikasikan apakah masyarakat tadi bersifat statis atau dinamis. Masyarakat yang statis dimaksudkan masyarakat yang sedikit sekali mengalami perubahan dan berjalan lambat. Masyarakat yang dinamis adalah masyarakat-masyarakat yang mengalami berbagai perubahan yang cepat.

Pada praktikum sosiologi pertanian kali ini membahas mengenai Perubahan Sosial dan Kebudayaan yang ada di pedesaan khusunya dalam keluarga petani. Dan Desa yang dituju kali ini adalah Desa Merjosari dengan narasumber yang bernama Bapak Sa’an yang merupakan penduduk Desa Merjosari dan bemata pencaharian sebagai petani padi yang bertempat tinggal di RT 05 RW X Desa Merjosari Kabupaten Malang.

Dengan adanya praktikum tentang perubahan  sosial dan kebudayaan dalam lingkup keluarga petani yang ada di Desa Merjosari ini diharapkan mahasiswa atau praktikan dapat memahami dan mengetahui perubahan-perubahan apa yang terjadi dalam keluarga petani tersebut secara khusu dan masyarakat petani di Desa Merjosari secara umum.

1.2  Rumusan Masalah

  1. Apakah perubahan sosial itu ?
  2. Apakah nilai-nilai sosial itu?
  3. Bagaimana pola perilaku masyarakat di Desa Merjosari?
  4. Bagaimana organisasi dan lembaga social di Desa Merjosari?
  5. Bagaimana stratifikasi social di Desa Merjosari?
  6. Bagaimana kekuasaan seseorang di Desa Merjosari?
  7. Bagaimana wewenang serta kepemimpinanan masyarakat Desa Merjosari?

1.3    Tujuan

1. Mengetahui perubahan sosial

  1. Mengetahui nilai-nilai sosial
  2. Mengetahui pola perilaku masyarakat di Desa Merjosari
  3. Mengetahui organisasi dan lembaga social di Desa Merjosari
  4. Mengetahui stratifikasi social di Desa Merjosari
  5. Mengetahui kekuasaan seseorang di Desa Merjosari
  6. Mengetahui wewenang serta kepemimpinanan masyarakat Desa Merjosari

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1  Definisi Perubahan Sosial

  • Perubahan sosial adalah segala perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga pemasyaarakatan di dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk diantaranya kelompok-kelompok dalam masyarakat.

(Soemardjan,1962)

  • Perubahan sosial adalah perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat.

(Davis, 1960 )

  • Perubahan sosial adalah perubahan fundamental yang terjadi dalam struktur sosial, sistem sosial, dan organisasi sosial.

(Dirdjosiswojo, 2005)

  • Perubahan sosial adalah perubahan-perubahan dalam hubungan sosial atau sebagai perubahan terhadap keseimbagan hubungan sosial.

(Maclver, 1957)

2.2  Teori-Teori Perubahan Sosial

Banyak yang berpendapat bahwa kecendurungan terjadinya perubahan-perubahan sosial merupakan gejala wajar yang timbul dari pergaulan hidup manusia. Ahli lain berpendapat bahwa perubahan sosial terjadi karena adanya perubahan dalam unsur-unsur yang mempertahankan keseimbangan masyarakat, seperti misalnya perubahan dalam unsur-unsur geografis, biologis, ekonomis atau kebudayaan. Kemudian, ada pula yang berpendapat bahwa perubahan-periubahan sosial bersifat periodik dan nonperiodik.

Beberapa sosiolog berpendapat bahwa ada kondisi-kondisi sosial primer yang menyebabkan terjadinya perubahan. Misalnya kondisi-kondisi ekonomi, teknologis, geografis atau biologis mengakibatkan terjadinya perubahan-perubahan pada aspek-aspek kehidupan sosial lainnya. Sebaliknya ada pula yang mengatakan bahwa semua kondisi tersebut sama pentingnya, satu atau semua akan menelorkan perubahan-perubahan sosial.

(Soekanto,1982)

2.3 Hubungan Antara Perubahan Sosial dan Perubahan Kebudayaan

Perubahan sosial merupakan bagian dari perubahan kebudayaan. Perubahan dalam kebudayaan mencakup semua bagiannya, yaitu : kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi, filsafat, dan seterusnya, bahkan perubahan-perubahan dalam bentuk serta aturan-aturan organisasi sosial.

Ruang lingkup perubahan kebudayaan lebih luas. Sudah barang tentu ada unsur-unsur kebudayaan yang dapat dipisahkan dari masyarakat, tetapi perubahan-perubahn dalam kebudayaan tidak perlu mempengaruhi sistem sosial. Perubahan-perubahan sosial dan kebudayaan mempunyai satu aspek yang sama, yaitu kedua bersangkut-paut dengan suatu penerimaan cara-cara baru atau suatu perbaikan dalam cara satu masyarakat memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.

Sebenarnya dalam kehidupan sehari-hari, acapkali tidak mudah untuk menentukan letak garis pemisah antara perubahan sosial dan kebudayaan. Hal itu disebabkan tidak ada masyarakat yang tidak mempunyai kebudayaan, dan sebaliknya tidak mungkin ada kebudayaan yang tidak terjelma dalam suatu masyarakat. Hal itu mengakibatkan bahwa garis pemisah di dalam kenyataan hidup antara perubahan sosial dan kebudayaan lebih sukar lagi untuk ditegaskan. Biasanya antara kedua gejala itu dapat ditemukan hubungan timbal balik sebagai sebab dan akibat.

(Soekanto, 1982)

2.4  Beberapa Bentuk Perubahan Sosial dan Kebudayaan

1. Perubahan Lambat dan Perubahan Cepat

Perubahan-perubahan yang memerlukan waktu lama, dan rentetan-rentetan perubahan kecil yang saling mengikuti dengan lambat dinamakan evolusi. Pada evolusi perubahan terjadi dengan sendirinya tanpa rencana atau kehendak tertentu. Prubahan tersebut terjadi karena usaha-usaha masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan keperluan-keperluan, keadaan-keadaan, dan kondisi-kondisi baru, yang timbul sejalan dengan pertumbuhan masyarakat. Rentetan perubahan-perubahan tersebut tidak perlu sejalan dengan peristiwa-peristiwa di dalam sejarah masyarakat yang bersangkutan.

Ada bermacam-macam teori tentang evolusi, yang pada umumnya dapat digolongkan ke dalam beberapa kategori sebagai berikut :

a.      Unilinear theories of evolutio

b.      Universal theory of evolution

c.       Multilined theories of evolution

Sementara itu perubahan-perubahan sosial dan kebudayaan yang berlangsung secara cepat dan menyangkut dasar-dasar atau sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat (yaitu lembaga-lembaga kemasyarakatan) lazimnya dinamakan “revolusi”. Unsur-unsur pokok revolusi adalah adanya perubahan yang cepat, dan perubahan tersebut mengenai dasar-dasar atau sendi pokok kehidupan masyarakat. Di dalam revolusi, perubahan-perubahan yang terjadi dapat direncanakan terlebih dahulu atau tanpa rencana.

2. Perubahan Kecil dan Perubahan Besar

a. Perubahan kecil adalah perubahan-perubahan pada unsur struktur sosial yang tidak membawa pengaruh langsung atau pengaruh yang berarti bagi masyarakat. Misalnya : perubahan mode pakaian.

b. Perubahan besar adalah perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial dan membawa pengaruh pada perubahan lembaga kemasyarakatan. Misalnya: perubahan dari masyarakat agraris ke masyarakat industri akan membawa pengaruh pada perubahan lembaga kemasyarakatan.

 3. Perubahan yang Direncanakan dan Tidak Direncanakan

a. Perubahan yang direncanakan adalah perubahan-perubahan terhadap lembaga-lembaga kemasyarakatan yang didasarkan pada perencanaan yang matang oleh pihak-pihak yang menghendaki perubahan-perubahan tersebut. Misalnya : menyangkut bidang politik dan administrasi.

b. Perubahan yang tidak direncanakan adalah perubahan yang terjadi tanpa dikehendaki serta berlangsung diluar jangkauan pengawasan masyarakat dan dapat menyebabkan timbulnya akibat-akibat sosial yang tidak diharapkan oleh masyarakat.

(Soekanto, 1982)

2.5 Faktor-Faktor yang Menyebabkan Perubahan Sosial dan Kebudayaan

Sumber sebab-sebab perubahan sosial dan kebudayaan dapat terjadi karena masyarakat itu sendiri dan dari luar masyarakat. Sebab-sebab yang bersumber karena masyarakat itu sendiri antara lain :

a. Bertambah atau Berkurangnya Penduduk

Perpindahan penduduk mengakibatkan kekosongan misalnya dalam bidang pembagian kerja, dan stratifikasi social, yang mempengaruhi lembaga-lembaga kemasyarakatan.  Hal itu sejajar dengan bertambah banyaknya penduduk di muka bumi ini. Misalnya : pada masyarakat-masyarakat yang utamanya bermatapencaharian berburu, perpindahan seringkali dilakukan yang tergantung dari persediaan hewan-hewan buruannya.

b. Penemuan Baru

Suatu proses sosial dan kebudayaan yang besar, tetapi yang terjadi dalam jangka sesuatu yang tidak terlalu lama disebut dengan inovasi. Proses terebut meliputi suatu penemuan baru, jalannya unsur kebudayaan baru yang tersebar ke lain-lain bagian masyarakat, dan cara-cara unsur kebudayaan baru tadi diterima, dipelajari, dan akhirnya dipakai dalam masyarakat yang bersangkutan.

  1. c.                  Pertentangan masyarakat

Pertentangan masyarakat mungkin pula menjadi sebab terjadinya perubahan social dan kebudayaan. Pertentangan-pertentangan mungkin terjadi antara individu dengan kelompok atau perantara kelompok dengan kelompok.

d.                Terjadinya pemberontakan atau revolusi

Misalnya Revolusi yang meletus pada Oktober 1917 di Rusia telah menyulut terjadinya perubahan-perubahan besar negara rusia yang mula-mula mempunyai bentuk kerajaan absolute beruabah menjadi dictator proletariat yang dilandaskan pada doktrin Marxis. Segenap lembaga kemasyarakatan, mulai dari bentuk negara sampai keluarga batih pernah mengalami perubahan-perubahan yang mendasar.

Adapun sebab-sebab yang bersumber dari luar masyarakat sendiri antara lain :

  • Sebab-sebab yang Berasal dari Lingkungan Alam Fisik yang Ada di Sekitar Manusia

Misal setelah adanya bencana alam memungkinkan menyebabkan masyarakat-masyarakat yang mendiami daerah tersebut terpaksa harus meninggalkan tempat tinggalnya. Apabila masyarakat tersebut mendiami tempat yang baru, maka mereka harus menyesuaikan diri dengan keadaan alam yang baru tersebut. Kemungkinan hal tersebut mengakibatkan terjadinya perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatannya.

  • Peperangan

Misalnya negara-negara yang kalah dalam perang dunia ke dua banyak sekali mengalami perubahan dalam lembaga kemasyarakatannya.

  • Pengaruh Kebudayaan Masyarakat Lain

Hubungan yang dilakukan secara fisik antara dua masyarakat mempunyai kecenderungan untuk menimbulkan pengaruh timbal balik. Artinya, masing-masing masyarakat mempengaruhi masyarakat lainnya tetapi jika menerima pengaruh dari masyarakat yang lain itu.

(Soekanto,1982)

2.5 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Jalannya Proses Perubahan

1. Faktor yang Mendorong Terjadinya Proses Perubahan

a.       Kontak dengan kebudayaan lain

Salah satu proses yang menyangkut hal ini adalah diffuse. Difusi adalah proses penyebaran unsure-unsur kebudayaan dari individu kepada individu lain, dan dari satu masyarakat satu ke masyarakat lain. Dengan adanya diffuse, suatu penemuan baru yang diterima oleh masyarakat dapat diteruskan dan disebarkan pada masyarakat luas.

b.       Sistem pendidikan formal yang maju

Pendidikan memberikan nilai-nilai tertentu bagi manusia, terutama dalam membuka pikirannya serta menerima hal baru dan juga bagaimana cara berpikir secara ilmiah.

c.       Sikap menghargai hasil karya seseorang dan keinginan-keinginan untuk maju

Apabila sikap tersebut melembaga dalam masyarakat, masyarakat merupakan pendorong bagi usaha-usaha penemuan baru. Misal di Indonesia dikenal dengan sistem penghargaan yang tertentu, walaupun masih dalam arti yang terbatas dan belum merata.

d.       Toleransi

Terhadap perubahan-perubahan yang menyimpang (deviation) yang bukan merupakan delik

e.       Sistem terbuka lapisan masyarakat

Sistem terbuka memungkinkan adanya gerak social vertical yang luas atau member kesempatan pada individu untuk maju atas dasar kemampuan sendiri.

2. Faktor yang Menghalangi Terjadinya Perubahan

a. Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain

Hal ini menyebabkan sebuah masyarakat tidak mengetahui perkembangan-perkembanagn apa yang terjadi pada masyarakat lain yang mungkin akan dapat memperkaya kebudayaannya sendiri.

b. Perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat

Hal ini mungkin  disebabkan hidup masyarakat tersebut terasing atau tertutup atau mungkin karena lama terjajah oleh masyarakat lain.

c.    Sikap masyarakat yang sangat tradisional

Suatu sikap yang mengagung-agungkan tradisi dan masa lampau serta anggapan bahwa tradisi secara mutlak tak dapat diubah menghambat jalannya proses perubahan.

d.       Rasa takut akan terjadinya kegoyahan pada integrasi kebudayaan

Beberapa perkelompokan unsure-unsur tertentu mempunyai derajat integrasi tinggi. Maksudnya unsur-unsur luar dikhawatirkan akan menggoyahkan integrasi dan menyebabkan perubahan-perubahan pada aspek-aspek tertentu masyarakat.

e.       Adat atau kebiasaan

Adat atau kebiasaan merupakan pola-pola perilaku bagi anggota masyarakat di dalam memenuhi segala kebutuhan pokoknya. Mungkin adat atau kebiasaan yang mencakup bidang kepercayaan, sisteem mata pencaharian, pembuatan rumah, cara berpakaian tertentu, begitu kokoh sukar untuk diubah.

2.7 Proses-Proses Perubahan Sosial dan Kebudayaan

1. Penyesuaian Masyarakat terhadap Perubahan

Keserasian dalam masyarakat merupakan keadaan yang diidam-idamkan setiap masyarakat. Keserasian masyarakat dimaksudkan sebagai suatu keadaan di mana lembaga-lembaga kemasyarakatan yang pokok bear-benar berfungsi dan saling mengisi. Ada kalanya unsure-unsur baru dan lama yang bertentangan secara bersamaan mempengaruhi norma-norma dan nilai-nilai yang berpengaruh pula pada warga masyarakat.

2. Saluran-saluran Perubahan Sosial dan Kebudayaan

Merupakan saluran-saluran yang dilalui oleh suatu proses perubahan. Umumnya saluran-saluran tersebut adalah lembaga-lembaga dalam bidang kemasyarakat dalam bidang pemerintahan, ekonomi, pendidiakn, agama, rekreasi dan lain-lain. Lembaga kemasyarakatan yang merupakan titik tolak tergantung pada cultural focus masyarakat pada suatu masa yang tertentu.

3. Disorganisasi (Disintegrasi) dan Reorganisasi (Reintegrasi)

              Disorganisasi adalah proses berpudarnya norma-norma dan nilai-nilai dalam masyarakat dikarenakan adanya perubahan-perubahanyang terjadi dalam lembaga-lembaga kemasyarakatan. Reorganisasi adalah proses pembentukan norma-norma dan nilai-nilai yang baru agar sesuai dengan lembaga-lembaga kemasyarakatan yang menagalami perubahan. Reorganisasi dilaksanakan apabila norma-norma dan nilai-nilai yang baru telah melembaga dalam diri warga.

4.Cultural Lag (Ketertinggalan Budaya)

Cultural lag merupakan ketidakserasian dalam perubahan-perubahan unsur-unsur masyarakat atau kebudayaan.

(Soekanto, 1982)

2.8. Arah Perubahan Sosial (Direction of Changes)

                   Arah perubahan sosial jelas menunjukkan perubahan bergerak meninggalkan faktor yang diubah. Akan tetapi, setelah meninggalkan faktor itu, mungkin perubahan bergerak kepada sesuatu bentuk yang sama sekali baru, atau mungkin pula bergerak ke arah suatu bentuk  yang sudah ada di dalam waktu yang lamapau. Salah satu jenis perubahan dapat dilakuakan dan mengarah pada modernisasi.

(Soekanto,1982)

BAB IV

PENUTUP

4.1         Kesimpulan

ü  Perubahan sosial adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi system sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap-sikap dan pola-pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.

ü  Kecenderungan terjadinya perubahan-perubahan sosial merupakan gejala wajar yang timbul dari pergaulan hidup manusia, terjadi karena adanya perubahan kondisi sosial primer seperti ekonomis, teknologis, geografis, atau biologis.

ü  Perubahan sosial merupakan bagian dari perubahan kebudayaan. Perubahan dalam kebudayaan mencakup semua bagiannya, dan ruang lingkup perubahan kebudayaan lebih luas

ü  Bentuk perubahan sosial dan kebudayaan yaitu :

  1. Perubahan Lamabat dan Perubahan Cepat
  2. Perubahan Kecil dan Perubahan Besar
  3. Perubahan yang Direncanakan dan Tidak Direncanakan

ü  Faktor-faktor yang menyebabkan perubahan sosial dan kebudayaan yaitu :

  1. Faktor yang bersumber dari masyarakat itu sendiri :
  • Bertambah atau Berkurangnya Penduduk
    • Penemuan Baru
    • Pertentangan masyarakat
    • Terjadinya pemberontakan atau revolusi
  1. Faktor yang bersumber dari luar masyarakat sendiri:
  • Sebab-sebab yang Berasal dari Lingkungan Alam Fisik yang Ada di Sekitar Manusia
    • Peperangan
    • Pengaruh Kebudayaan Masyarakat Lain

ü  Faktor-faktor yang mempengaruhi jalannya proses peubahan sosial dan kebudayaan yaitu:

  1. Faktor yang mendorong jalannya proses perubahan
  • Kontak dengan kebudayaan lain
  • Sistem pendidikan formal yang maju
  • Sikap menghargai hasil karya seseorang dan keinginan-keinginan untuk maju
  • Toleransi
  • Sistem terbuka lapisan masyarakat

2. Faktor yang Menghalangi Terjadinya Perubahan

  • Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain
  • Perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat
  • Sikap masyarakat yang sangat tradisional
  • Rasa takut akan terjadinya kegoyahan pada integrasi kebudayaan
  • Adat atau kebiasaan

ü  Proses-proses perubahan sosial dan kebudayaan

  1. Penyesuaian masyarakat terhadap perubahan
  2. Saluran-saluran perubahan sosial dan kebudayaan
  3. Disorganisasi dan reorganisasi
  4. Cultural lag

ü  Arah perubahan sosial jelas menunjukkan perubahan bergerak meninggalkan faktor yang diubah. Akan tetapi, setelah meninggalkan faktor itu, mungkin perubahan bergerak kepada sesuatu bentuk yang sama sekali baru, atau mungkin pula bergerak ke arah suatu bentuk  yang sudah ada di dalam waktu yang lamapau. Salah satu jenis perubahan dapat dilakuakan dan mengarah pada modernisasi.

DAFTAR PUSTAKA

v    Davis, Kingsley. 1960. Human Society. The macmillan Company. New York

v    Dirdjosiswojo, 2005

v    Maclver, Robert M. dan Charles H. 1957. Page Society. An Introduction Analysis. Rinehart and Company, Inc. New York

v     Soekanto, Soerjono. 1982. Sosiologi Suatu Pengantar. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta

v    Soemardjan, Selo. “Perkembangan Ilmu Sosiologi di Indonesia dari 1845 sampai 1965”. Research di Indonesia 1945 1965. Jilid IV. Bidang Ekonomi, Sosial dan Budaya

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: