Karakteristik Desa, Pola Ekologi dan Tipe Desa Pandesari

LAPORAN KEGIATAN FIELDTRIP
OBYEK KUNJUNGAN :
DESA PANDESARI, KECAMATAN PUJON
KABUPATEN MALANG, PROVINSI JAWA TIMUR

OLEH
KELOMPOK 2
1. MOH. FIRSTSYAH SOFYAN (0810480058)
2. RIZKI RAMADHANI (0810480085)
3. SEPTI WULAN SARI (0810480093)
4. SISKA SEPTI WULANSARI (0810480096)

PROGRAM STUDI : AGROEKOTEKNOLOGI
WAKTU KUNJUNGAN :
28 MARET 2009

LABORATORIUM PENGEMBANGAN MASYARAKAT PEDESAAN
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2009
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sosiologi adalah pengetahuan atau ilmu tentang sifat masyarakat, perilaku masyarakat, dan perkembangan masyarakat. Sosiologi merupakan cabang Ilmu Sosial yang mempelajari masyarakat dan pengaruhnya terhadap kehidupan manusia. Masyarakat sendiri merupakan sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut.
Setiap masyarakat mempunyai kawasan tempat meraka tinggal baik diperkotaan maupun pedesaan. Sosiologi pertanian secara khusus mempelajari masyarakat pertanian yang mayoritas berada di pedesaan.
Pedesaan atau desa menurut Prof. Bintarto 1984: 13) yaitu suatu kesatuan hukum di mana bertempat tinggal suatu masyarakat yang berkuasa mengadakan pemerintahan sendiri. Sedangkan menurut Undang-Undang Nomor 5 tahun 1979, yakni UndangUndang Tentang Pemerintahan Desa, istilah Desa berarti kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (pasal I huruf a, UU No. 5 tahun 1979)
Di dalam pedesaan sendiri tak lepas dari kegiatan utama pertanian, termasuk pengelolaan sumber daya alam dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perdesaan, pelayanan jasa, pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi.
Namun tidak semua pedesaan di Indonesia ini dapat digolongkan mayoritas kegiatan utamanya petanian saja, karena bagaimanapun setiap desa pasti mempunyai karakteristik desa tersendiri baik meliputi aspek morfologi yang meliputi pemanfaatan lahannya, jumlah penduduknya yang tidak sama di setiap desa, aspek ekonominya yang dilihat dari matapencaharian masyarakat di desa tersebut, aspek sosial budaya yang meliputi tradisi dan interaksi antar masyarakat di desa tersebut, serta aspek hukum yang meliputi peraturan dan kegiatan pemerintahan di dalam desa itu sendiri.
Jadi antara satu desa dan yang lainnya belum tentu memiliki karakteristik desa yang sama, begitu pula sejarahnya. Oleh karena itu diadakanlah praktikum Sosiologi Pertanian ini untuk mempelajari dan menganalisis sejarah serta karakteristik suatu desa, dan Desa yang menjadi obyek kunjungan kami yaitu Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.

1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana aspek morfologi Desa Pandesari?
2. Bagaimana aspek jumlah penduduk Desa Pandesari?
3. Bagaimana aspek ekonomi Desa Pandesari?
4. Bagaimana aspek sosial budaya Desa Pandesari?
5. Bagaimana aspek hukum Desa Pandesari?
6. Bagaimana pola lokasi dan wilayah Desa Pandesari?
7. Bagaimana tipe dan tingkat perkembangan Desa Pandesari?
8. Bagaimana desa-desa di Indonesia di masa depan?

1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui aspek morfologi desa Pandesari
2. Untuk mengetahui aspek jumlah penduduk Desa Pandesari
3. Untuk mengetahui aspek ekonomi Desa Pandesari
4. Untuk mengetahui aspek sosial budaya Desa Pandesari
5. Untuk mengetahui aspek hukum Desa Pandesari
6. Untuk mengetahui pola lokasi dan wilayah Desa Pandesari
7. Untuk mengetahui tipe dan tingkat perkembangan Desa Pandesari
8. Untuk mengetahui desa-desa di Indonesia di masa depan

BAB II
PEMBAHASAN

A. ANALISIS KARAKTERISTIK DESA
1. Aspek Morfologi

SEJARAH
Dahulu di daerah ini terdapat banyak “Pande” yang artinya tukang atau ahli besi, emas, logam dan sebagainya. Sehingga dari adanya hal tersebut desa daerah itu berkembang dan dinamakan desa Pandesari yang sekarang terletak di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Dan terdiri dari 3 dukuh :
1. Dukuh Krajan
2. Dukuh Baloh
3. Dukuh Sularejo
Desa wilayah Pujon. Sehingga tanah di daerah pandesari cukup subur dan lembab, dan cocok digunakan untuk menanam tanaman yang mayoritas sayur-sayuran. Selain itu penduduknya juga banyak yang menanam rumput untuk pakan ternak. Dapat disimpulkan Desa Pandesari adalah desa yang berkembang.

2. Aspek Jumlah Penduduk
Pandesari merupakan desa yang berada di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Wilayah pandesari adalah daerah berdataran tinggi dengan curah hujan yang cukup baik dan merupakan daerah terluas di jumlah penduduk. Penduduk Pandesari berjumlah ± 10-11 ribu jiwa dan merupakan jumlah penduduk terbesar di wilayah Pujon.

3. Aspek ekonomi
Mayoritas penduduk Desa Pandesari bermatapencaharian sebagai petani sayur. Desa Pandesari merupakan daerah yang tanahnya cukup sebur dan lembab sehingga para petani lebih memilih sebagai petani sayuran. Selain sebagai petani sayur, banyak juga penduduk desa Pandesari yang bermatapencaharian sebagai petenak sapi perah yang menghasilkan susu murni. Mereka lebih memilih beternak sapi perah daripada sapi penggemuk karena menurut mereka keuntungan beternak sapi perah lebih menguntungkan. Umumnya para petani sayur juga bekerja sebagai peternak sapi, di mana kedua hal tersebut saling melengkapi satu sama lain. Sebagai contoh : apabila hasil sayuran petani jelek, maka dapat digunakan sebagai pakan ternak. Selain itu ada juga lahan yang khusus digunakan untuk menanam rumput gajah yang juga digunakan sebagai pakan ternak. Setiap pagi dan sore mereka mendistribusikan susu murni tersebut ke koperasi desa.
Sebagian penduduk Pandesari juga menjadi Pegawai negeri, baik sebagai pegawai pemerintahan daerah/kantor, guru, dan sebagainya. Selain itu ada juga yang meiliki pabrik pembuatan pupuk anorganik yang sudah didistribusikan sampai ke luar Jawa. Dan dari pabrik tersebut dapat menyerap ± 150 tenaga kerja sehingga dapat mengurangi pengangguran di desa Pandesari.
Pada tahun ini penduduk Desa Pandesari memanfaatkan limbah kotoran ternak sebagai biogas yang digunakan sebagai pengganti bahan baker alami.

4. Aspek Sosial Budaya
a. Pernikahan adalah hal yang sacral bagi masyarakat desa Pandesari. Remaja yang berumur kurang dari 17 tahun tidak diperbolehkan menikah karena bagi para orang tua meraka, remaja yang berumur kurang dari 17 tahun masih belum siap baik fisik maupun mental untuk menjalani kehidupan rumah tangga.
b. Setiap acara Maulid nabi atau acara keagamaan yang lain, penduduk sekitar selalu merayakan dengan acara keagamaan seperti ceramah agama, istighosah dan lain-lain.
c. Jumat bersih di Desa Pandesari juga dilakukan setiap minggunya. Hal tersebut untuk menumbuhkan gorong royong dan menjaga lingkungan sekitar agar terlihat bersih dan nyaman.
d. Setiap ada penduduk yang membangun rumah di Desa Pandesari, biasanya secara sukarela masyarakat di sana saling membantu, entah itu untuk mengangkat genting, bata atau sebagainya.

5. Aspek hukum
Setiap daerah selalu mempunyai peraturan yang menjadi adat atau aturan yang tertera seperti pada aturan yang dibuat oleh pemeerintah. Misalnya, jika ada yang mencuri, maka akan dihukum sesuai dengan aturan yang berlaku. Begitu juga dengan tindak kriminal lain. Selain itu, apabila ada seorang lelaki yang mengunjungi rumah perempuan yang bukan saudaranya (pacarnya) melebihi jam kunjung malam, maka biasanya di denda.
B. POLA EKOLOGI DAN TIPE DESA
1. Pola Lokasi dan Wilayah Desa

Desa Pandesari yang terletak di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang mempunyai batas-batas wilayah sebagai berikut :
-Sebelah Utara dibatasi oleh Kabupaten Mojokerto
-Sebelah Selatan dibatasi oleh Kota Blitar
-Sebelah Timur dibatasi oleh Kota Batu
-Sebelah Barat dibatasi oleh daerah Ngantang
Keadaan penduduk di desa Pandeari tertata dengan pola rumah yang menyebar rata dan tidak menggerombol antara rumah satu dan yang lain. Penyebaran rumah hanya dibatasi oleh lahan-lahan (menjadi satu setiap dusun). Dan Desa Pandasari terdiri dari 3 dukuh yaitu Krajan, Baloh, dan Sularejo dengan 48 RT.
Fasilitas umum yang ada di Desa Pandesari antara lain :
a. 7 masjid sebagai tempat ibadah dan acara keagamaan
b. Coban rondo sebagai tempat wisata yang cukup terkenal
c. Tempat praktek-praktek kesehatan (polinder)
d. Tempat praktek bidan

2. Tipe dan Tingkat Perkembangan Desa
Desa Pandesari tergolong desa yang mendekati perkotaan. Di mana masyarakatnya mempunyai inisiatif untuk maju. Mereka membentuk organisasi antara lain:
a. organisasi keagamaan (NU)
b. Karang Taruna (tiap RT digabung menjadi satu di desa)
c. Remas (Remaja Masjid) yang setiap tahunnya mengadakan acara keagamaan seperti maulud Nabi, istighosah dan sebagainya.
d. PKK (arisan dan posyandu)
• Kegiatan yang sudah menjadi kebiasaan di desa Pandesari salah satunya adalah pergerakan dari PKK lewat KADER dengan mengadakan setiap bulan sekali seperti program KB yang sampai sekarang masih berjalan dengan lancar.
• Untuk melancarkan program pendidikan di Desa Pandesari terdapat himpunan yang menyusun program KF (program untuk memberantas keaksaraan).
• Rata-rata remaja Desa Pandesari meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, tetapi ada pengaruh yang berhubungan dengan pendidikan tersebut. Sebagaian minat belajarnya kurang semangat karena mereka berfikir bahwa setelah lulus SMP langsung beternak sapi atau bertani sayur, dan menurut mereka mata pencaharian tersebut tidak membutuhkan pendidikan tinggi.

3. Desa-Desa di Indonesia di Masa Depan
Masalah utama yang terjadi sesungguhnya adalah ketidakadilan yang menyebabkan tidak terdistribusinya pembangunan secara merata. Hal ini mengakibatkan banyak masyarakat tidak mampu mengakses kebutuhan hidupnya secara layak. Indonesia hari ini surplus pangan. Tapi, masih saja ada warganya yang tidak mampu mengakses pangan. Hal itu tidak lain karena masih belum terwujudnya pemerataan pendapatan.
Desa menjadi bagian dunia yang tertinggal dan ditinggalkan tempat di mana masyarakat miskin berkumpul. Padahal di sanalah sesungguhnya sumber-sumber kehidupan ditemukan. Kita tidak menanam padi yang nasinya kita makan setiap hari di kota-kota besar.
Kita juga tidak memperoleh sayur, buah, dan segala bahan pangan yang kita butuhkan kecuali desa-desa dengan setia menyediakan. Kita tidak mengeksplorasi sumber-sumber energi di tengah wilayah perkotaan. Semua yang kita butuhkan untuk memenuhi syarat dasar kehidupan bersumber di wilayah pedesaan. Oleh karenanya sangat tidak wajar jika desa ditinggalkan dari agenda-agenda pembangunan.
Pemerintah perlu mencanangkan gerakan kembali ke desa. Sumber-sumber pertumbuhan ekonomi harus digerakkan ke pedesaan sehingga desa menjadi tempat yang menarik sebagai tempat tinggal dan mencari penghidupan. Infrastruktur desa, seperti irigasi, sarana dan prasarana transportasi, listrik, telepon, sarana pendidikan, kesehatan dan sarana-sarana lain yang dibutuhkan, harus bisa disediakan sehingga memungkinkan desa berkembang.
Pemerintah juga perlu menciptakan banyak desa-desa industri yang mandiri, sehingga masyarakatnya, terutama para pemudanya tidak perlu lari dari desa yang selama ini dihuni. Sangat disayangkan jika proses urbanisasi terus terjadi tanpa solusi ekonomi yang memadai. Karena yang terjadi sesungguhnya hanyalah memindahkan arus kemiskinan dari desa ke kota, dan ini hanya akan menambah panjang daftar masalah-masalah baru.
Pemerintah harus berani menjadikan desa sebagai masa depan Indonesia. Desa bukan hanya menjadi objek wisata. Melainkan juga ruang untuk berkerja. Desa bukan hanya wilayah untuk menikmati segala keindahan. Melainkan juga ruang untuk memperjuangkan kehidupan. Desa harus menjadi tempat di mana sumber daya manusia terbaik merasa nyaman untuk hidup dan berkarya di sana dan seluruh masyarakat bisa menikmati kesejahteraannya.
LAMPIRAN-LAMPIRAN

Balai Desa Pandesari

Tempat wisata air terjun coban rondo

Wawancara di rumah Kepala Desa pandesari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s