Pemuliaan Tanaman Cabai Merah

Rizki Ramadhani (0810480085). Pemuliaan Tanaman Cabai Merah (Capsicum annuum L.) di PT. BISI International, Tbk. Farm Pujon. Di bawah bimbingan Niken Kendarini, SP, M.Si dan Danang Widhiarso, SP.
Tanaman cabai merah (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu sayuran penting yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan dibudidayakan secara komersial di daerah tropika termasuk Indonesia. Cabai dapat dikonsumsi dalam bentuk buah segar, kering, atau bentuk olahannya. Dapat dijadikan sebagai bahan penyedap makanan serta berbagai macam produk olahan seperti saos cabe, sambel cabe, pasta cabe, bubuk cabe, cabe kering dan bumbu instant serta dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat-obatan tradisional. Produktivitas panenan cabai nasional tahun 2010 sebesar 5,61 ton/ha (BPS, 2011). Hal tersebut masih jauh dari potensi produktivitas panenan cabai yang dihasilkan dalam berbagai penelitian, dapat mencapai 12-20 ton/ha (Duriat, 1996). Beberapa kendala peningkatan produksi cabai di Indonesia adalah kurangnya kualitas benih cabai yang tersedia dan bermutu tinggi; menurunnya tingkat kesuburan tanah; kehilangan hasil yang tinggi karena serangan hama penyakit di pertanaman dan kehilangan hasil karena penanganan pascapanen.

Untuk mengatasi kendala-kendala tersebut para pemulia tanaman berusaha menemukan varietas cabai baru yang memiliki kualitas dan kuantitas produksi tinggi melalui kegiatan pemuliaan tanaman. Dalam merakit varietas unggul skala besar memerlukan ilmu pengetahuan, teknologi dan keahlian operasional, hal-hal tersebut mempengaruhi keberhasilan program pemuliaan tanaman. Saat ini program pemuliaan tanaman selain diarahkan pada peningkatan produktivitas, tahan terhadap serangan hama dan penyakit tertentu, toleran terhadap kondisi lingkungan yang suboptimal, juga diarahkan pada pembentukan varietas cabai yang memiliki kualitas hasil yang sesuai dengan selera konsumen (Djarwaningsih, 2005). Studi pemuliaan tanaman cabai merah perlu dilakukan untuk mengetahui dan memahami rangkaian kegiatan pemuliaan secara berurutan dalam merakit varietas unggul baru yang lebih baik.

Kegiatan Magang Kerja dilaksanakan tanggal 25 Juli-25 Oktober 2011 di PT. BISI International, Tbk Farm Pujon yang terletak di Jalan Brigjen. Abdulmanan Wijaya No. 426, Desa Ngroto Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi budidaya tanaman cabai terdiri dari penyiapan media semai, pemeraman benih, persemaian, persiapan lahan, pemeliharaan, pengendalian hama dan penyakit, pemeliharaan buah, dan panen. Melakukan diskusi mengenai pemuliaan tanaman cabai yang diketahui dengan tahapan berupa koleksi benih, pengembangan galur, kombinasi persilangan, evaluasi F1, uji multilokasi, pelepasan varietas, Bredeer seed, dan benih sampel F1. Inventarisasi benih breeding meliputi proses ekstraksi, packing benih, sortasi, penimbangan, inventarisasi, dan penyimpanan.
Kegiatan utama yang dilaksanakan ialah evaluasi penyaringan hibrida tanaman cabai dengan melakukan karakterisasi 14 nomor genotipe yang diuji dan 6 nomor genotipe sebagai pembanding (check). Karakter yang diamati meliputi sifat kuantitatif dan kualitatif. Pengamatan karakter kuantitatif dibagi menjadi 2 yakni: karakter vegetatif dan karakter buah. Sedangkan untuk pengamatan karakter kualitatif dibagi menjadi 3 yakni: karakter vegetatif, karakter perbungaan dan karakter buah. Selain itu terdapat karakter komponen hasil, dan tingkat serangan hama penyakit utama. Kegiatan penunjang lain yaitu produksi benih cabai hibrida terdiri dari panen open pollinated (OP), mencari bunga jantan, polinasi tetua betina, panen, proses pemetikan tangkai buah, ekstraksi benih, pengeringan benih cabai, serta penyimpanan dan kendali mutu.

Penyaringan hibrida tanaman cabai menunjukkan hasil terdapat beberapa nomor genotipe yang steril sehingga tidak diamati, nomor genotipe tersebut yaitu DPS 11002, DPS 11008, DPS 11010, DPS 11017, DPS 11019, dan DPS 11020. Nomor genotipe DPS 11005, DPS 11007, DPS 11011, DPS 11013, DPS 11014, dan DPS 11016 memiliki rata-rata potensi hasil lebih tinggi dibandingkan varietas pembanding dilihat dari karakter berat buah/plot, berat/buah dan hasil/tanaman. Ketahanan DPS 11011 terhadap Thrips paling rendah dengan intensitas serangan 2 (tingkat kerusakan 21-40%) dan kejadian Geminivirus paling rendah dari nomor-nomor genotipe yang lain dengan persentase 83,3%. Dari segi kualitas kering belum dapat disimpulkan nomor-nomor yang memiliki kualitas kering lebih baik dikarenakan lamanya proses pengeringan.

Seperti apa dan bagaimana hasil magang yang saya lakukan, inilah laporan saya🙂

silahkan dijadikan bahan rujukan jika diperlukan, ingat jangan plagiasi, sertakan pustaka

Laporan Pemuliaan Tanaman Cabai Merah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s