Rapat Dengar Pendapat Kec. Krian

 

Sidoarjo – Senin, 16 Mei 2016 pukul 15.00 WIB di Balai Desa Terik Kec. Krian Kab. Sidoarjo diadakan Rapat Dengar Pendapat Masyarakat (Mendengarkan Rakyar Berbicara) dihadiri Anggota DPR RI Bapak Drs. Henky Kurniadi, SH., MH. dari Fraksi PDI Perjuangan. Dalam rapat tersebut dihadiri Kepala Desa Terik beserta perangkat, Mantri Penyuluhan, Penyuluh Pertanian, Koramil, Gapoktan Desa Terik, Junwangi dan Barengkrajan penerima alat mesin pertanian berupa alat tanam padi (rice translanter).
Dengan motto “Hadir dan Mengalir Bersama Rakyat” Bapak Henky menerangkan kewajibannya untuk turun ke rakyat mengetahui aspirasi rakyat setelah duduk sebagai anggota DPR RI. Selain itu juga pembahasan pentingnya Badan Hukum untuk Gapoktan sebagai alat mendapatkan bantuan dari pemerintah. Kontrol yang lebih ketat diharapkan mampu menekan kerugian pemerintah akibat penyalahgunaan bantuan yang diterima oknum kelompok. Bantuan alsintan rice transplanter dari negara yang diterima 3 Gapoktan di Kec. Krian diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik untuk kemakmuran masyarakat dalam mendukung program swasembada pangan. Dalam sesi diskusi terdapat perbincangan keluhan petani dalam pengurusan Badan Hukum yang dirasa mahal, namun hal tersebut dapat diatasi jika ada koordinasi dengan pihak Desa utamanya Kepala Desa untuk sedianya menyisihkan anggaran Dana Desa guna mendukung petani dalam pengajuan Badan Hukum. Selanjutnya, pertanyaan dari petani Desa Barengkrajan yang menyatakan tanah pertanian semakin berkurang karena dibeli PT, kondisi tanah terlantar namun tidak boleh dimanfaatkan petani untuk budidaya pertanian. Hal tersebut mendapat tanggapan dari Bapak Henky bahwa seharusnya ada larangan tegas dari Pemda untuk menjual tanah, penguasaan petani terhadap tanah yang semakin rendah mengakibatkan kedaulatan pangan tidak dapat tercapai. Alternatif lain misalnya pajak untuk PT harus lebih tinggi sedangkan pajak untuk petani serendah-rendahnya serta dikeluarkan Perda jika ada yang menelantarkan tanah, hak diambil oleh Negara. Diskusi berlangsung seru dan semakin dalam dengan pertanyaan seputar sertifikat lahan pertanian melalui PRONA dan harga gabah yang anjlok ketika panen raya padahal ada penyeimbang harga gabah dari Bulog. Pertemuan ditutup sekitar pukul 17.30 dengan pemberian tali asih berupa biskuit anak. -kie

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s